Pengaruh Makanan Pada Pembentukan Karakter Anak

Kandungan gizi dan tata cara pemberian makanan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan kepribadian anak. Oleh karena itu pembiasaan-pembiasaan yang baik tentang pola makan dan etika makan perlu dilakukan sejak anak usia dini.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram. Neraka lebih utama untuknya. (HR Ahmad).

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS al-Baqarah: 168).

 

Betapa berhati-hatinya Islam dalam menjaga makanan, karena daging yang tumbuh dari makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian yang kelak akan menentukan nasib perjalanan sampai akhir kehidupannya. Oleh karena itu, pastikan makanan yang dimakan oleh anak adalah makanan halal dan diperoleh dari rizki yang halal. Jangan sampai daging mereka tumbuh dari makanan yang haram.

 

Mengajari Anak Makanan Halal dan Haram

Jangan lupa ajarkan pada anak tentang makanan-makanan yang diharamkan oleh Allah. Beri mereka pemahama sesuai dengan perkembangan usianya.

“Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah; yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kalian sempat menyembelihnya; dan (diharamkan atas kalian) binatang yang disembelih untuk berhala.” (QS al-Maidah : 3)

Bila anak sudah mulai bisa membaca, ajarkan pada anak untuk membaca label halal dan kandungan yang tertera pada bungkus makanan. Biasakan sejak kecil mereka terbiasa mengenal makanan yang halal dan dilarang oleh Allah. Ajarkan pula pada mereka bahwa meskipun makanan yang baik bila diperoleh dengan cara yang tidak baik, misalnya mengambil makanan milik teman, akan menjadi haram. Dengan cara ini kelak akan tertanam karakter  untuk selalu mencari rizki dengan cara yang halal.

 

Tips praktis:

*   Berikan anak makanan yang halal dan diperoleh dari rizki yang halal.

  • Ajari mereka mengenal makanan yang halal dan yang diharamkan
  • Biasakan mereka adab tata cara makan yang baik, seperti berdoa sebelum makan dan mengucap syukur atas rizki pemberian Allah.
  • Jangan biasakan anak membuang-buang makanan. Lebih baik ambilkan anak makanan secukupnya (sedikit) dan bila mereka merasa kurang boleh ditambah. Hal ini perlu dibiasakan semenjak dini agar mereka belajar menghargai rizki yang diberikan Tuhan kepadanya. Biasakan mereka makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang.
  • Jangan memberikan makanan dengan cara memaksa anak, misalnya menjejalkan pada mulutnya. Cara-cara pemaksaan seperti ini tanpa disadari dapat mempengaruhi karakter dan kepribadian anak, seperti anak menjadi kasar dan temperamental.
  • Orang tua perlu memberikan makanan bergizi  seimbang agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Perkenalkan anak pada makanan alami seperti sayur, buah, daging dan ikan.
  • Hindarkan anak dari makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya (makanan/jajanan yang berbahan pengawet, dengan tambahan zat aditif warna, rasa, dsb.)
  • Biasakan anak untuk berbagi, memberi makanan pada orang yang sedang membutuhkan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s