ARTIKEL PENDIDIKAN

KELOMPOK BERMAIN, SEBUAH KEBUTUHAN

Oleh:  Zahra Haidar

Penelitian menunjukkan bahwa masa penting pembentukan kecerdasan seorang anak adalah pada masa usia balita. Bahkan pendidikan yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak pun sebenarnya sudah terlambat. Menurut hasil penelitian di bidang neurologi (Osborn, White dan Bloom), pada usia 0 – 4 tahun 50 % kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan  yang maksimal, maka potensi anak tidak akan berkembang secara optimal.

Hampir semua orang sepakat dan sadar bahwa menuntut ilmu sebenarnya sudah dimulai sejak berada di buaian hingga ke liang lahat. Sayangnya pemahaman tersebut seringkali hanya menjadi slogan, dan kurang dibarengi dengan upaya serius untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada anak pada masa-masa penting pertumbuhannya. Padahal dalam masa usia dini (lahir hingga 6 tahun) peran orang dewasa sangat penting dalam memberikan wahana dan stimulan yang memadai agar anak dapat mengeksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya.

Tak banyak anak yang dapat menikmati kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang memadai pada masa dini usia. Bergesernya peran ibu menjadi wanita karir, secara tidak langsung merupakan salah satu penyebab kurangnya waktu dan perhatian mereka terhadap anak-anaknya. Hal ini bukan hanya terjadi pada anak-anak kota yang seringkali ditinggal oleh sang ibu dan hanya tinggal bersama pembantu di rumah, tetapi juga menimpa anak-anak pedagang sayur di pasar, bakul jamu, dan yang lain-lainnya.

Bisa dibayangkan bagaimana anak-anak itu melewati hari-harinya. Mungkin hanya bermain-main seorang diri tanpa teman dan dengan permainan seadanya, atau sepanjang hari hanya dihadapkan pada layar monitor televisi ditemani oleh pembantu rumah tangga. Hal ini mengakibatkan masa-masa penting pertumbuhan anak terlewatkan begitu saja sehingga mengakibatkan anak menjadi kurang berkembang  baik fisik maupun mental.

Anak yang siap bersaing adalah anak yang telah menyerap pengetahuan sejak dini. Pendidikan pada anak usia dini merupakan hal yang tidak bisa ditawar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki nilai keunggulan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dibutuhkan peran semua pihak (keluarga, masyarakat, dan pemerintah) agar anak-anak tersebut dapat mengenyam pendidikan yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangannya.

Kurangnya waktu yang dimiliki orang tua dalam memberikan pendidikan dan rangsangan-rangsangan yang memadai kepada anak-anak di masa pertumbuhannya membuat kehadiran lembaga yang khusus menangani pendidikan pada anak dini usia semakin terasa dibutuhkannya keberadaannya. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang lebih dikenal dengan Play Group atau Kelompok Bermain, anak memiliki waktu khusus untuk bermain-main dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Di tempat ini juga tersedia aneka macam permainan edukatif, serta seperangkat sarana dan pra sarana yang dapat merangsang daya imajinasi dan kreatifitas anak. Anak-anak akan menjalani serangkaian program pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Program pembelajaran yang telah dirancang secara khusus ini diharapkan secara bertahap dapat memacu perkembangan anak menjadi lebih optimal.  Di Kelompok Bermain anak-anak juga akan didampingi oleh pengasuh yang berlatar belakang pendidikan serta memiliki pengetahuan khusus tentang dunia anak.

Kehadiran Kelompok Bermain memang sangat membantu dalam menumbuhkembangkan kecerdasan balita. Namun demikian orang tua harus jeli dalam memilih Kelompok Bermain yang tepat untuk anaknya., karena kesalahan dalam memilih akan berakibat fatal bagi perkembangan anak. Sebuah Kelompok Bermain yang baik, lebih banyak memberikan kebebasan bermain, berkreasi, serta memberikan rangsangan-rangsangan untuk belajar kepada anak daripada menjejalkan sejumlah pengetahuan yang membuat anak merasa bosan untuk belajar. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAUD,

YANG TERCECER DARI DUNIA PENDIDIKAN

Oleh:  Zahra Haidar

Penelitian menunjukkan bahwa masa penting pembentukan kecerdasan seorang anak adalah pada masa usia balita. Bahkan pendidikan yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak pun sebenarnya sudah terlambat. Menurut hasil penelitian di bidang neurologi (Osborn, White dan Bloom), pada usia 0 – 4 tahun 50 % kapasitas kecerdasan manusia sudah terbentuk. Bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapat rangsangan  yang maksimal, maka potensi anak tidak akan berkembang secara optimal.

Hampir semua orang sepakat dan sadar bahwa menuntut ilmu sebenarnya sudah dimulai sejak berada di buaian hingga ke liang lahat. Sayangnya pemahaman tersebut seringkali hanya menjadi slogan, dan kurang dibarengi dengan upaya serius untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada anak pada masa-masa penting pertumbuhannya. Padahal dalam masa usia dini (lahir hingga 6 tahun) peran orang dewasa sangat penting dalam memberikan wahana dan stimulan yang memadai agar anak dapat mengeksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya.

Tak banyak anak yang dapat menikmati kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang memadai pada masa dini usia. Bergesernya peran ibu menjadi wanita karir, secara tidak langsung merupakan salah satu penyebab kurangnya waktu dan perhatian mereka terhadap anak-anaknya. Hal ini bukan hanya terjadi pada anak-anak kota yang seringkali ditinggal oleh sang ibu dan hanya tinggal bersama pembantu di rumah, tetapi juga menimpa anak-anak pedagang sayur di pasar, bakul jamu, dan yang lain-lainnya.

Bisa dibayangkan bagaimana anak-anak itu melewati hari-harinya. Mungkin hanya dikurung di dalam box mainan, atau sepanjang hari hanya dihadapkan pada layar monitor televisi ditemani oleh pembantu rumah tangga. Hal ini mengakibatkan masa-masa penting pertumbuhan anak terlewatkan begitu saja sehingga mengakibatkan anak menjadi kurang berkembang  baik fisik maupun mental.

Anak yang siap bersaing adalah anak yang telah menyerap pengetahuan sejak dini. Pendidikan pada anak usia dini merupakan hal yang tidak bisa ditawar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki nilai keunggulan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dibutuhkan peran semua pihak (keluarga, masyarakat, dan pemerintah) agar anak-anak tersebut dapat mengenyam pendidikan yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangannya.

Kurangnya waktu dan keterbatasan pengetahuan orang tua dalam memberikan pendidikan yang memadai kepada anak-anaknya membuat semakin terasa dibutuhkannya sebuah lembaga yang khusus menangani pendidikan pada anak dini usia. Menghadapi kenyataan ini kehadiran sebuah lembaga pendidikan anak dini usia sangat terasa dibutuhkan kehadirannya.

 

 

Di kota-kota besar mulai bermunculan lembaga-lembaga yang memberikan pelayanan untuk anak dini usia, seperti tempat penitipan anak (TPA), Kelompok Bermain/Play Group, Play Ground, dan lain sebagainya. Masing-masing tempat menawarkan menu yang berbeda, namun pada intinya menyediakan sarana bermain dan belajar bagi anak-anak usia pra sekolah.

Kehadiran lembaga-lembaga ini cukup menggembirakan bagi  orang tua, terutama bagi mereka yang sibuk bekerja dan memilki dana. Sebab bukan rahasia lagi untuk menitipkan anaknya di lembaga pendidikan non formal  semacam itu dibutuhkan biaya yang cukup mahal. Hal ini dapat dimaklumi karena lembaga kelompok bermain ini harus mengeluarkan dana yang cukup besar pula untuk menyediakan permainan-permainan edukatif serta tenaga profesional yang akan menemani anak-anak mereka. Lebih-lebih sebagai lembaga pendidikan pra sekolah, PAUD masih dikategorikan sebagai lembaga non formal yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah sebagaimana layaknya SD dan TK sehingga pihak penyelenggara harus benar-benar mandiri dan menggantungkan biaya operasional sepenuhnya dari orang tua siswa. Hal ini semakin membuat biaya pendidikan bagi anak dini usia semakin mahal.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana dengan nasib anak-anak dari keluarga yang kurang mampu? Apakah mereka juga bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama?

Pendidikan pada anak dini usia yang selama ini terabaikan tampaknya harus segera mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Pihak keluarga harus lebih memberikan waktu dan perhatian yang cukup kepada anak-anak balitanya. Para calon ibu atau orang tua yang memiliki anak balita perlu diberi bekal pengetahuan secara khusus tentang pentingnya pendidikan pada anak dini usia. Peran serta masyarakat, melalui wadah PKK serta lembaga sosial lainnya memiliki potensi yang besar untuk ikut menanganinya.

Bagaimana dengan peran pemerintah? Dengan adanya direktorat khusus yang menangani masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kita berharap adanya kebijakan-kebijakan yang akan membantu mengembangkan pendidikan bagi anak-anak dini usia yang selama ini luput dari perhatian. Sayangnya dengan adanya Otoda tampaknya kebijakan dalam menangani masalah PAUD ini ditiap daerah tidak sama. Banyak daerah yang masih memasukkan pengelolaan lembaga Play Group dan sejenisnya (yang mendidik anak di bawah TK/Usia 0-4th) pada bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), sedangkan lembaga TK dikelola oleh Sub Din TK/SD. Padahal dalam pasal 28 UU No. 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara tegas disebutkan bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, dengan demikian seharusnya Play Group maupun TK seharusnya dijadikan dalam satu wadah PAUD.

Tentunya hal ini menyangkut kesiapan tiap daerah dalam mengelola lembaga yang ada. Namun mengingat pentingnya pendidikan untuk anak-anak dini usia dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya kerancuan ini tak dapat dibiarkan berlarut-larut karena hal ini akan berdampak pada turunnya berbagai kebijakan yang kurang tepat, tumpang tindih, dan dimungkinkan pula tarik-menarik kepentingan yang pada gilirannya akan merugikan anak-anak bangsa dini usia yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama. ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s